zainul

Equinox

In Catatan fisika on Maret 28, 2011 at 4:23 pm

Pandanglah langit malam ini. Meski berawan akan kau temukan bulan yang terang benderang. Tadi malam memang terang bulan. Lebih spesialnya lagi karena terang bulan semalam berdekatan dengan saat bulan berada pada titik terdekatnya dari bumi, tepatnya pukul 02.09 WIB, sementara bulan paling penuh terjadi pada pukul 01.10 WIB. Bulan malam nanti tidak sepenuh malam kemarin, meskipun demikian berjalanlah walau habis terang.

Gerakan benda-benda langit seperti bulan dan bintang-bintang dipandang dari bumi membentuk lintasan-lintasan melingkar, terbit dari timur dan terbenam di barat. Tiap-tiap lintasan tersebut membentuk bidang yang kurang lebih paralel dengan bidang ekuator (celestial equator).

Seperti apa bidang ekuator ini menurut pengamat di permukaan bumi? Tergantung posisi pengamat tersebut di permukaan bumi. Bagi pengamat di ekuator, bidang ekuator orientasinya vertikal, bagi pengamat pada, misalnya, 6 derajat lintang selatan, bidang ekuator miring 6 derajat  ke arah utara dari vertikal. Bagi pengamat di 15 derajat lintang utara, bidang ekuator miring 15 derajat ke arah selatan dari vertikal, dan sebagainya.

Gambar 1 ini diambil tanpa ijin dari buku "An Introduction to Modern Astrophysics" Carrol & Ostlie

Gambar di atas menyatakan bola langit dipandang oleh seorang pengamat yang berdiri di pusat bola. Jika suatu bintang berada di bawah horizon maka tidak akan teramati oleh pengamat, meskipun lintasannya tetap digambarkan. Sudut $L$ menyatakan posisi lintang pengamat, NCP menyatakan arah bintang utara (polaris). Bidang ekuator dan lintasan lainnya yang paralel bidang ekuator miring sebesar $L$ derajat dari vertikal. Untuk pengamat di khatulistiwa, $L=0^o$, bidang ekuator orientasinya vertikal.

Jika presesi orbit bumi diabaikan, maka dipandang dari bumi, lintasan bintang-bintang yang jauh tidak akan berubah. Yaitu lintasan melingkar yang paralel bidang ekuator yang tidak berubah sepanjang tahun. Tidak demikian untuk bintang terdekat kita, yaitu matahari.

Meskipun sepanjang hari gerak matahari terlihat membentuk lintasan yang kurang lebih paralel dengan bidang ekuator, tetapi tidak seperti bintang-bintang jauh, sepanjang tahun lintasan matahari ini berbentuk mirip helix. Sumbu helixnya adalah garis SCP-NCP pada gambar 1. Ini terjadi karena sepanjang tahun bumi mengorbit matahari, sementara sumbu rotasi bumi miring 23.40 terhadap arah tegaklurus bidang orbit bumi mengitari matahari. Dibandingkan dengan jarak bumi terhadap matahari, jarak bumi terhadap bintang lain, jauh lebih besar sehingga gerakan bumi mengitari matahari tidak berpengaruh besar terhadapa orientasi bintang-bintang jauh.  Gambar 1 di atas menunjukkan bola langit untuk pengamat di belahan bumi utara. Digambarkan tiga lintasan matahari pada empat tanggal yang berbeda sepanjang tahun, yaitu 21 Desember, 20 Maret, 21 Juni dan 23 September.

Peristiwa ketika pusat matahari berada pada bidang ekuator disebut sebagai equinox. Ini terjadi dua kali dalam setahun, vernal equinox (Maret) dan autumnal equinox (September).  Untuk bulan ini, pusat matahari berada pada bidang ekuator tepatnya pada 20 Maret 23.21 UTC atau 21 Maret 6.21 WIB. Selamat hari equinoctial!

(Sumber: Wikipedia dan buku “An Introduction to Modern Astrophysics”  Carrol & Ostlie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: