zainul

Jaman Jahiliyah

In Fiksi, Opini on April 2, 2011 at 7:13 am

Pada jaman jahiliyah di planet Makabelaetenri’isseng.

Coret-coretan dengan inkscape

Ada kerusuhan menuntut dibubarkannya suatu agama.

“Bubarkan! Bubarkan! Bubarkan Acoiyah!” Teriak massa di depan tempat ibadah agama Acoiyah.

Penganut agama Acoiyah memang cuma minoritas. Meskipun demikian, mereka tidak sendiri. Ada juga yang membela mereka dari golongan pembela HAM (hak azasi manusia) dan plularisme.

Salah satu tokoh pembela HAM maju ke depan

“Sadarkah kalian dengan melarang agama Acoiyah kalian telah melanggar HAM? Telah melanggar konstitusi?”

“Hu…Hu…” Massa berteriak.

Tidak mau kalah tokoh pembela pembubaran juga maju dengan argumennya.

“Sebenarnya konsepnya simpel sekali. Ini bukan masalah HAM. Keberadaan mereka itu melanggar HAM kami.”

“Ini masalah penistaan agama kami, penistaan terhadap nabi kami. Nabi mereka itu, si Aco, matinya di kakus. Mana ada nabi yang seperti itu”

“Betul. Betul. Betul” Teriak massa disekitarnya.

(Jahil: mengaku dinistakan, padahal ia sendiri menistakan, dalam dua kalimat yang berdekatan.)

(Terlalu tersurat? Ini buah dari kekesalan menonton debat di tv beberapa hari terakhir. Mau dibawa ke mana negeri ini? At least, now I have a list of idiots that keeps getting bigger. )

(Maka saya pun ikut menistakan)

(saya bukan pengikut Acoiyah)

  1. wah sip kak, kenapa aco dan pengikutnya tidak bikin agama sendiri?😀

    • Gak tau ya. Tapi itulah yang mereka percayai. Malah menurut mereka, ajaran merekalah yang paling benar. Meskipun menurut mayoritas ajaran mereka jelas berbeda, sudah diluar.

      Kenyataannya protes-protes meminta ajaran Acoiyah dibubarkan, begitu juga beberapa peraturan daerah, bukannya meminta bikin agama sendiri.

    • Kalo Aco ini mendeklarasikan agama sendiri, maka kaum pembela pembubaran akan diam juga. Udah, simpel sebenenrya.😦

      • Harapan saya juga begitu. Tapi, dugaan saya tetap akan ada yang minta pembubaran. Di Pakistan (anehnya di planet makabelaetenri’isseng ada negara ini juga), Acoiyah sudah dipandang sebagai agama terpisah. Tetap ada konflik.

        Jaman sekarang dimana media informasi semakin canggih, tidak mungkin lagi memblokir isu/faham/aliran tertentu. MUI boleh memfatwakan mereka di luar Islam, depag juga boleh memutuskan mereka di luar Islam. Tapi keyakinan mereka adalah keyakinan mereka. Saya tidak setuju kalau dilarang, karena tidak akan ada gunanya, malah membuat mereka antipati. Saya mengerti “niat baik” dari orang-orang pendukung pembubaran, tapi saya tidak setuju caranya, tidak setuju “strategi dakwah”nya.

        Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berdakwah. Ini mungkin bisa “menginsafkan” beberapa orang, tapi bagi orang2 tertentu tidak akan berubah. Kita ikhaskan saja, semoga keyakinan mereka membawa kebaikan bagi diri mereka dan bagi orang-orang di sekitarnya. Nah di sinilah hukum bisa terlibat, untuk keyakinan-keyakinan yang nyata merugikan orang lain dan diri sendiri, misalnya meminta bunuh diri massal, bom bunuh diri, penipuan dll barulah hukum bertindak menangkapi mereka. Setahu saya sejauh ini Acoiyah “harmless”.

  2. Wah, lama2 nonton TV dalam negeri jadi kesal saja didapat. Sudah bbrp tahun mi jarang sekali nonton TV, mendingan begitu sepertinya Nul🙂. Parah sekali coz TV juga jadi kendaraan politik, dll.

  3. Postingan ngeri nih, saya takut nih..
    Takut Tuhan..

    • Jika takut Tuhan adalah hal yang buruk maka maafkanlah saya. Jika ternyata hal yang baik, “you’re welcome”.🙂

  4. haduh kalo masalah agama dan HAM sepertinya rada rempong untuk dibahas.. tapi ini cerita diatas bagus cara penulisannya… tadinya pengen cabut… tapi jadi nerusin sampe selese…🙂

    ~salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: