zainul

Archive for April 17th, 2011|Daily archive page

“Ketika fisika tidak lagi mudah”. Sebuah cerpen.

In Fiksi, Opini on April 17, 2011 at 2:43 pm

Alex buru-buru memasukkan buku catatannya ke dalam tas ransel miliknya, lalu bergegas keluar dari ruang kuliah. Ia jadi orang pertama yang keluar ruangan, beberapa langkah di depan dosen.

Ada perasaan bahagia menghampirinya begitu menginjakkan kaki di luar kelas. Mungkin karena udara yang lebih bersih dibanding udara di dalam kelas yang dipenuhi sisa pernafasan 60-an orang.  Meskipun sebenarnya udara di luar ruangan cukup panas. Bandung makin lama makin panas, pikirnya.

Mungkin juga kebahagiaan itu datang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan seseorang yang spesial di hatinya. Yang jelas bukan karena materi kuliah yang membosankan. Malah, kuliah tadi menarik baginya. Sampai-sampai ia masih ingin kuliah berlanjut. Tapi ia segera sadar ada sesuatu yang lebih penting yang sudah dinantikannya sejak lama. Ia harus ke stasiun kereta menjemput Nadia yang akan datang berkunjung dari Jakarta. “Saya sudah di kereta. Jemput aku, di stasiun kereta itu pukul satu” isi sms dari Nadia.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Novel fisika

In Opini on April 17, 2011 at 12:32 am

Hari jumat sore di kampus kami biasanya ada seminar internal. Jumat kemarin 15 April, ada yang berbeda. Tidak hanya satu, tapi dua presentasi berturutan. Dua-duanya sangat menarik. Yang pertama presentasi dari orang Andi Publisher dan yang kedua presentasi rekan kami tentang Computational Material Design. Masing-masing selama kurang lebih satu setengah jam.

Di sini saya tidak akan membahas presentasi yang kedua. Yang pertama pun tidak akan saya bahas secara detil. Tapi ada beberapa poin penting yang saya rasa perlu dituliskan: 1) Royalti untuk penulis 10% dari harga buku. Untuk buku pelajaran sekolah hanya 5%.  2)  Buku-buku IT sudah sesak, perjudul biasa terjual 500-1000 kopi. 3) Kecuali buku ajar, buku fisika jarang laku dan siklus hidupnya pendek. Benturkan kepala ke meja lalu benturkan ke dinding, setelah itu berguling-guling di lantai. 4) Sementara itu, novel laris manis dan tak lekang oleh waktu.

Jika anda dalam proses menulis buku fisika. Jangan patah semangat. Anda mungkin perlu membumbuinya sedikit sehingga berbentuk novel dan mengganti judulnya menjadi “Ada apa dengan Einstein?”, “Schrodinger ngesot”, atau “Ketika fisika tidak lagi mudah”.

Berikut buku-buku fisika populer di luar negeri: [1], [2], [3], [4], …