zainul

Analisis gerak Trio Libels

In Catatan fisika, Catatan matematika, Opini on Mei 25, 2011 at 4:20 pm

Menurut Wikipedia Indonesia:

Boy band adalah sejenis kelompok musik pop atau R&B yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Biasanya anggota boy band selain menyanyi juga menari dalam pertunjukan mereka. Mereka biasanya dibentuk oleh seorang manajer atau produser rekaman dengan cara mengadakan audisi, di mana para peserti diuji penampilannya, kemampuan menyanyinya, dan kemampuan berdansanya. Mereka biasanya tidak memainkan alat musik sendiri.

Mestinya Trio Libels masuk ke dalam kategori boy band. Sayangnya penulis halaman Wikipedia tersebut lalai menuliskan Trio Libels di dalam daftar boy band Indonesia.

Tahun 90-an ketika boy band di Amerika sana menjamur, di Indonesia  tidak banyak boy band. Seingatan dan sepengetahuan saya yang pas-pasan, Trio libels adalah salah satu yang pertama di Indonesia. Personel-personelnya adalah Ronny Sianturi, Edwin Manansang, dan cowok satunya lagi. Setelah bertanya pada Google baru ingat lagi namanya, Yani. Selain trio libels ada juga Cool Colors yang nyanyi “tataplah mata ini ….”, ada juga ME dengan lagu “Inikah rasanya cinta, oh..oh..”. Apa lagi ya?

Saat boy band di Amerika sudah mulai mati, boy band di Indonesia tumbuh semakin subur. Mungkin ada kaitannya dengan budaya Korea yang semakin populer di Indonesia. Selain serial TV korea yang semakin disenangi,  juga sangat disenangi boy band asal Korea yang gak ada mati-matinya. Jika remaja-remaja Indonesia menyukai boy band Korea, kenapa tidak bikin boy band dalam negeri? Ini yang mungkin dipikirkan produser musik di Indonesia. Maka menjamurlah boy band di Indonesia. Tapi, ini analisis dari yang bukan ahlinya.

Apa yang menarik dari boy band selain ketampanan personilnya? Tentu saja gerakannya. Lalu apa yang dipikirkan fisikawan saat melihat boy band beraksi? Analisis geraknya. Dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Mari kita lakukan analisis geraknya!

Jika anda belum menonton video klip di atas, segeralah anda lakukan. Perhatikan mulai dari menit 1, detik 28. Akan tampak gerakan yang indah dari ketiga personil Trio Libels. Pertanyaannya, apakah gerakan tersebut masuk dalam kategori gerak harmonik sederhana? Maksudnya, apakah gerakan tersebut berupa fungsi sinusoidal dengan frekuensi tunggal.

Untuk membantu analisis, digunakan software gratisan Tracker. Dengan software ini dapat diketahui jejak objek tertentu atau titik tertentu dalam video.  Berikut ini adalah jejak dari pangkal dasi Ronny Sianturi.

Posisi horisontal dinyatakan dengan x, posisi vertikal dinyatakan dengan y, waktu dinyatakan dengan t. Satuan untuk nilai x dan nilai y tidak diketahui, tapi dapat diperoleh secara tidak langsung dari informasi mengenai tinggi badan personil Trio Libels. Satuan untuk t adalah detik.

Pada  gambar di atas, grafik pertama menunjukkan nilai x sebagai fungsi t. Yang  mengejutkan adalah ternyata nilai x (posisi arah horisontal) juga menunjukkan gerak yang periodik. Periode osilasi arah horisontal kira-kira tiga kali periode osilasi arah vertikal.

Tracker juga menyediakan fasilitas export data ke file txt. File txt ini dapat dibaca dengan program Mathematica. Selanjutnya dapat dibandingkan dengan fungsi sinusoidal.

Untuk gerak arah horisontal

Fungsi sinusoidal  yang paling cocok memiliki amplitudo 0.9 (unknown unit) dengan periode 1.57 detik.

Untuk gerak arah vertikal

Fungsi sinusoidal yang paling cocok memiliki amplitudo 0.55 dengan periode 0.53 detik.

Bagaimana gerak sinusoidal bisa terjadi?

Gerak berbentuk sinusoidal dapat dijumpai pada gerak massa yang terhubung dengan pegas. Jika gaya pulih besarnya linear terhadap simpangan dari posisi kesetimbangan diperoleh persamaan gerak

\frac{d^2y}{dt^2}=-k y

yang memiliki solusi berupa fungsi sinusoidal.

y=A \sin (2\pi f t + \phi).

dengan A adalah amplitudo, f adalah frekuensi, dan \phi adalah fase.

Apakah gerak osilasi harmonik sederhana paling baik mendeskripsikan gerak Ronny Sianturi?

Dapat dimodelkan sebagai berikut. Gerak Ronny Sianturi arah vertikal seperti gerak bola yang memantul di lantai. Yaitu, gerak jatuh bebas lalu berbalik arah sesaat setelah membentur lantai. Bentuknya sebagai berikut

Bahwa Ronny Sianturi berbalik arah seketika pada posisi terendahnya tanpa mengerem terlebih dahulu sepertinya bukan asumsi yang realistis.

Proses pengereman dapat dimodelkan berupa gaya konstan yang arahnya ke atas. Gaya ini diberikan mulai saat nilai y berada di pertengahan posisi tertinggi dan terendah.  Besarnya gaya ini dua kali berat badan.  Diperoleh

Warna biru menyatakan fase jatuh bebas, warna merah menyatakan fase pengereman. Perlu ditekankan bahwa meskipun mirip fungsi sinusoidal, fungsi ini bukan fungsi sinusoidal. Dengan pemodelan ini, periode osilasi, terkait hanya dengan amplitudo osilasi dan percepatan gravitasi.

T=\frac{4}{g}\sqrt{2 A_y g}

Jadi, dengan mencocokkan periode osilasi dan amplitudo osilasi dengan data di atas, dapat diperoleh skala untuk nilai x dan nilai y pada data. Untuk periode 0.53 detik dan percepatan gravitasi 10 m/s^2 diperoleh amplitudo

A_y=8.8 cm.

Artinya satu satuan nilai x dan y besarnya kira-kira 16 cm, katakan ketidakpastiannya 10%.

Bagaimana dengan gerakan Edwin Manansang?

Gerak arah vertikalnya tidak terlalu beda dengan gerakan Ronny Sianturi. Sementara itu gerak arah horisontalnya kacau balau. Pantes gerakannya terlihat lucu.

  1. Wahahahaha, mantap kak…. pendekatan ilmiah utk diajarin nari buat boy band, perlu belajar nih para koreografer biar gerakannya bisa menarik semenarik grafik sinusoidal full wave… ngomong2 angka Total Harmonic Distortionnya berapa ya? hehehe

  2. Hohoho hebat juga bisa menggunakan Trio Libels untuk pelajaran.😆

  3. […] lagi menganalisis gerak Trio Libels yang menghubungkan dengan grafik sinusoidal. Coba bagaimana kalau guru-guru fisika kita mengajarkan […]

  4. Please… ditunggu analisis SM*SH😀

  5. bisa jadi judul skripsi kak..
    hehehe…
    nice blog n post kak🙂

  6. izin share ya oom, secara ane pernah tampil ala trio libels gadungan… hehehe

  7. Ck.. ck.. kreatif banget Zainul !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: