zainul

Archive for Juni, 2011|Monthly archive page

Gerhana bulan Juni 2011 dan jarak bumi-bulan

In Catatan fisika, Catatan matematika on Juni 20, 2011 at 3:26 pm

Salah satu cara mengukur jarak bumi-bulan adalah melalui pengamatan gerhana bulan. Orang Yunani sudah mengetahui ini sejak jaman dahulu kala.

Terlihat dari bumi, ukuran bulan kira-kira sama dengan ukuran matahari, dengan diameter sudut kira-kira θ0=0.53 derajat. Misalnya sebuah koin berdiameter 2 cm digunakan untuk menghalangi cahaya matahari atau bulan. Jika koin tersebut diletakkan lebih jauh dari jarak 1/tan(0.53/2) cm=2×108 cm=216 cm dari mata, maka koin tersebut tidak dapat sepenuhnya menutupi matahari atau bulan. Daerah gelap karena cahaya terhalang oleh koin membentuk kerucut, makin jauh dari uang koin maka ukuran bayangannya semakin kecil sampai pada jarak 108 kali diameter koin bayangan dari koin menjadi titik.

(Bayangan koin, θ0 adalah diameter sudut matahari terlihat dari bumi. )

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Dimensi cinta dan alam semesta

In Catatan fisika, Fiksi, Opini on Juni 11, 2011 at 11:39 pm

Sayup-sayup terdengar lagu berikut.

“Cintaku sedalam samudera
setinggi langit di angkasa kepadamu” (Cinta mati. Agnes Monica & Ahmad Dhani)

Siapa saja yang belajar fisika sejak SMA tentu tahu bahwa jarak berdimensi panjang. Jadi, cinta berdimensi panjang? Kalau begitu, satuan SI-nya meter. Berikut lanjutannya

“Cintaku sebesar dunia
seluas jagad raya ini kepadamu”

Mulai deh tidak konsisten. Luas itu satuan SI-nya meter kuadrat. Jika ternyata alam semesta berdimensi ruang 3, mestinya satuan SI-nya meter kubik.

Baca entri selengkapnya »

Snow Leopard dan lain-lain

In Oprek on Juni 11, 2011 at 11:39 pm

Snow Leopard? Basi. Meskipun demikian, Macbook ini kini selangkah lebih maju. Dari OSX Leopard ke OSX Snow Leopard, padahal Apple akan meluncurkan sistem operasi yang lebih anyar lagi, OSX Lion. Khawatir perangkat lunak yang terpasang di Leopard harus diinstal ulang, dari dulu menjadi alasan yang mencegah upgrade. Kekhawatiran (dan kemalasan) tersebut mengalahkan daya tarik fitur-fitur baru di Snow Leopard.

Proses upgrade, ternyata tidak sesulit perkiraan. Tanpa masalah meskipun harus memakan waktu kira-kira satu jam. Dari setelah menyetujui License Agreement sampai Snow Leopard siap pakai, praktis tidak ada tombol yang perlu dipencet. Sebagian besar perangkat lunak langsung dapat dipakai.

  • Keynote, pages, numbers dan perangkat lunak lainnya dari Apple sendiri, seperti yang diperkirakan, tidak mengalami masalah sedikitpun.
  • Mathematica. Tanpa masalah sama sekali.
  • TeXShop. Tanpa masalah sama sekali.
  • Inkscape. Tanpa masalah sama sekali. Kekhawatiran saya mengenai masalah pada extension tex text  seperti yang dialami beberapa orang tidak terbukti.
  • Tracker. Tanpa masalah sama sekali.
  • Beberapa program komputasi paralel sederhana dengan memanfaatkan kemampuan komputasi kartu grafik NVidia (CUDA) dapat dikompilasi dan dijalankan tanpa masalah.
  • Trackpad. Masalah berupa physical click yang sering tidak berfungsi di Leopard lenyaplah sudah. Dulu dugaan saya ini masalah hardware, rupanya tidak.

Meskipun lancar, beberapa hal memerlukan penanganan lebih lanjut. Dvd instalasi (pinjaman) yang digunakan sudah berumur hampir 2 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, Snow Leopard telah mengalami beberapa perubahan, begitu juga dengan beberapa aplikasi-aplikasi buatan Apple sendiri.  Untuk itu saya perlu mengunduh sekitar 1.25 GB data. Selain itu

  • XCode dengan GCC-nya perlu diinstal ulang.
  • Program komputasi paralel dengan MPI sedikit bermasalah. Proses kompilasi tidak ada masalah, tetapi saat programnya dijalankan, muncul pesan kesalahan mengenai XGrid controller yang “unexpectedly closed“. Permasalahannya sepertinya ada di XGrid. Untuk saat ini si Macbook tidak terhubung dengan Mac lain melalui XGrid, paralelisasi hanya memanfaatkan dua prosesor dalam Macbook (Core 2 Duo). Maka dari itu, solusi sementara untuk menjalankan  program MPI adalah dengan mematikan fasilitas Xgrid pada MPI. Ini dapat dilakukan dengan menghapus (atau mengganti nama) file yang namanya mengandung “xgrid” pada “/usr/lib/openmpi”
  • Galprop tidak jalan. Galprop adalah program yang dapat menghitung propagasi dan difusi partikel-partikel elementer di galaksi kita.

Secara keseluruhan upgrade ke Snow Leopard cukup memuaskan. Macbook aluminum yang umurnya sudah 2.5 tahun ini serasa baru kembali.

Demikianlah tulisan yang agak narsis ini.

Mengapa kertas yang basah transparan?

In Catatan fisika on Juni 3, 2011 at 3:19 pm

Tanya Budi.

“Maaf pak guru, ini mungkin pertanyaan yang bodoh.” Si Budi tampak menyesal telah mengajukan pertanyaan.

Pak guru menjawab, “Budi, tidak ada pertanyaan yang bodoh, yang ada hanya pertanyaan yang tidak mendapat kesempatan memperoleh jawaban yang baik.” Pak guru berlagak seperti orang terkenal.

Banyak kejadian menarik terjadi di sekitar kita, tapi, adakah kejadian-kejadian tersebut menggoda kita untuk bertanya? Padahal, malu bertanya sesat di jalan. Sepertinya sebagian besar kita tidak peduli. Mungkin juga karena sudah terlalu banyak pertanyaan dalam hidup dan tidak ada tempat untuk pertanyaan-pertanyaan sepele. Tapi toh selalu ada tempat untuk pertanyaan-pertanyaan seperti “Benarkah Syahrini pernah operasi plastik?”

Untuk menjawab pertanyaan si Budi (bukan tentang Syahrini), mari kita ingat kembali seperti apa kertas yang basah oleh air. Bagian kertas yang basah akan tampak lebih gelap. Selain itu, objek di balik kertas tidak tampak pada bagian kertas yang kering tetapi justru tampak pada bagian kertas yang basah. Singkatnya, kertas kering opaque, kertas basah transparan. Tidak percaya? Silahkan dicoba sendiri.

Baca entri selengkapnya »