zainul

Snow Leopard dan lain-lain

In Oprek on Juni 11, 2011 at 11:39 pm

Snow Leopard? Basi. Meskipun demikian, Macbook ini kini selangkah lebih maju. Dari OSX Leopard ke OSX Snow Leopard, padahal Apple akan meluncurkan sistem operasi yang lebih anyar lagi, OSX Lion. Khawatir perangkat lunak yang terpasang di Leopard harus diinstal ulang, dari dulu menjadi alasan yang mencegah upgrade. Kekhawatiran (dan kemalasan) tersebut mengalahkan daya tarik fitur-fitur baru di Snow Leopard.

Proses upgrade, ternyata tidak sesulit perkiraan. Tanpa masalah meskipun harus memakan waktu kira-kira satu jam. Dari setelah menyetujui License Agreement sampai Snow Leopard siap pakai, praktis tidak ada tombol yang perlu dipencet. Sebagian besar perangkat lunak langsung dapat dipakai.

  • Keynote, pages, numbers dan perangkat lunak lainnya dari Apple sendiri, seperti yang diperkirakan, tidak mengalami masalah sedikitpun.
  • Mathematica. Tanpa masalah sama sekali.
  • TeXShop. Tanpa masalah sama sekali.
  • Inkscape. Tanpa masalah sama sekali. Kekhawatiran saya mengenai masalah pada extension tex text  seperti yang dialami beberapa orang tidak terbukti.
  • Tracker. Tanpa masalah sama sekali.
  • Beberapa program komputasi paralel sederhana dengan memanfaatkan kemampuan komputasi kartu grafik NVidia (CUDA) dapat dikompilasi dan dijalankan tanpa masalah.
  • Trackpad. Masalah berupa physical click yang sering tidak berfungsi di Leopard lenyaplah sudah. Dulu dugaan saya ini masalah hardware, rupanya tidak.

Meskipun lancar, beberapa hal memerlukan penanganan lebih lanjut. Dvd instalasi (pinjaman) yang digunakan sudah berumur hampir 2 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, Snow Leopard telah mengalami beberapa perubahan, begitu juga dengan beberapa aplikasi-aplikasi buatan Apple sendiri.  Untuk itu saya perlu mengunduh sekitar 1.25 GB data. Selain itu

  • XCode dengan GCC-nya perlu diinstal ulang.
  • Program komputasi paralel dengan MPI sedikit bermasalah. Proses kompilasi tidak ada masalah, tetapi saat programnya dijalankan, muncul pesan kesalahan mengenai XGrid controller yang “unexpectedly closed“. Permasalahannya sepertinya ada di XGrid. Untuk saat ini si Macbook tidak terhubung dengan Mac lain melalui XGrid, paralelisasi hanya memanfaatkan dua prosesor dalam Macbook (Core 2 Duo). Maka dari itu, solusi sementara untuk menjalankan  program MPI adalah dengan mematikan fasilitas Xgrid pada MPI. Ini dapat dilakukan dengan menghapus (atau mengganti nama) file yang namanya mengandung “xgrid” pada “/usr/lib/openmpi”
  • Galprop tidak jalan. Galprop adalah program yang dapat menghitung propagasi dan difusi partikel-partikel elementer di galaksi kita.

Secara keseluruhan upgrade ke Snow Leopard cukup memuaskan. Macbook aluminum yang umurnya sudah 2.5 tahun ini serasa baru kembali.

Demikianlah tulisan yang agak narsis ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: