zainul

Stellarium dan Ramadan 2011

In Catatan fisika on Juli 31, 2011 at 12:19 am

Terbenamnya matahari tanggal 30 Juli 2011 pada suatu lokasi tertentu di Jakarta dapat disimulasikan dengan perangkat lunak Stellarium sebagai berikut.

Langit tampak kuning keemasan karena hamburan cahaya matahari oleh atmosfer bumi. Tidak tampak bintang-bintang di langit. Mereka kalah terang oleh hamburan cahaya matahari. Bagaimana dengan bulan? Mungkinkah bulan juga terlalu redup untuk teramati?

Memang pengamatan benda-benda langit terganggu oleh keberadaan atmosfer bumi, apalagi jika benda langit tersebut berada pada arah yang dekat dengan matahari. Apa jadinya bila atmosfer bumi tidak ada?

Langit akan terlihat seperti berikut ini

Gelap. Matahari bersembunyi di bawah horison. Perhatikan bahwa waktu pengamatan pada gambar ini sama seperti sebelumnya. Perbedaannya hanya pada atmosfer bumi yang dihilangkan. Langit tampak gelap karena tidak ada lagi molekul-molekul udara yang dapat menghamburkan cahaya matahari. Seperti perkiraan, bintang-bintang jelas terlihat.

Kenyataannya atmosfer bumi tidak bisa dihilangkan sesuka hati, kehidupan seperti yang kita kenal di bumi akan sirna. Emang saya siapa? Superman? Tapi tak apalah, toh cuma simulasi.

Perhatikan huruf “W” yang berwarna merah. Ini label yang menunjukkan arah barat (“W” untuk west). Matahari tidak terbenam tepat di arah barat. Setiap tahun hanya dua kali matahari terbenam tepat di arah barat yaitu sekitar tanggal 21 Maret atau tanggal 22 September.

Pohon-pohon, bangunan, rumput bahkan bumi sepertinya juga mengganggu pengamatan.  Mari kita hilangkan juga.

Mana bulannya? Masih belum terlihat juga? Ada di sekitar 6 derajat di bawah horison pada arah yang berdekatan dengan arah venus. Supaya lebih jelas mari kita perbesar.

Jelaslah bahwa bulan tidak akan terlihat saat matahari terbenam tanggal 30 Juli 2011 karena bulan sudah terlanjur (sekitar 6 derajat) di bawah horison.

Bagaimana dengan tanggal 31 Juli 2011?

Saat matahari terbenam, bulan berada sekitar 7 derajat di atas horison. Sudut pisah matahari dan bulan akan terus bertambah dengan berjalannya waktu. Tetapi,  bulan juga akan segera terbenam menyusul matahari.  Meskipun demikian, malam tersebut tidak akan kesepian tanpa matahari dan bulan karena jutaan ummat Islam di Indonesia menyambut kedatangannya.

Penulis mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa .

  1. jadi puasa tanggal 1 Agustus ya kak?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: