zainul

Archive for the ‘Fiksi’ Category

Tentang perjalanan waktu

In Catatan fisika, Fiksi, Opini on Februari 26, 2014 at 2:51 pm

Jika saya punya mesin waktu, bagusnya diapakan ya?

Mesin itu tidak boleh jatuh ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab, karena bisa saja ia gunakan untuk kembali ke masa lalu dan membunuh nenek moyangnya sendiri. Tapi ini menimbulkan paradoks. Tindakan tersebut dapat mengubah masa depan sehingga orang itu tidak pernah lahir, tidak tumbuh besar, tidak jadi gila, tidak menemukan mesin waktu dan tidak kembali ke masa lalu untuk membunuh nenek moyangnya. Artinya peristiwa pembunuhan tersebut tidak terjadi,  sehingga orang itu bisa lahir, tumbuh besar, jadi gila, menemukan mesin waktu, lalu kembali ke masa lalu dan berhasil membunuh nenek moyangnya. Nah loh. Kontradiksi ini sepertinya menunjukkan bahwa mesin waktu tidak mungkin ada.

Pada alam semesta yang deterministik, paradoks di atas tidak akan terjadi.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tentang masa depan, masa lalu, dan mekanika kuantum.

In Catatan fisika, Fiksi on September 11, 2011 at 10:45 am

Ratna sedang bimbang. Ia akan ada kencan. Orang tuanya berusaha menjodohkannya dengan seseorang. Ratna berusaha menghindar dengan alasan sakit perut.

“Pokoknya ganteng deh, cerdas, plus berkepribadian. Mobil pribadi, …” Kata ibunya sedikit bercanda.

“Masalah bibit dan bobotnya tidak perlu diragukan lagi.”

“Dia itu anaknya sahabat kakak ipar sepupumu.” Ratna memutar otak berusaha memvisualisasikan silsilah keluarganya. Informasi yang diberikan ibunya biasanya cuma sebatas ini, selebihnya gelap.

“Ingat, umurmu” Ratna sudah menduga kalimat terakhir ini akan keluar dari mulut ibunya. Sudah terlalu sering terucapkan, dan setiap kali bikin iritasi hati.

“Sekedar kenalan kan?”

Ratna sudah terlanjur bilang iya untuk ketemuan. Tempatnya di rumah adik ibunya. Akan ada acara keluarga, dan sang bakal calon jodoh akan hadir di sana, selain tentu saja dengan puluhan tamu-tamu lainnya.

Alangkah terkejutnya Ratna ketika akhirnya bertemu dengan sang bakal calon jodoh. Ternyata ia adalah seseorang yang Ratna kenal sejak SMA. Namanya Galih.

Singkat cerita, untuk menghindari melodrama yang tidak perlu, dua tahun kemudian Ratna mengiyakan lamaran Galih. Mereka pun menikah, punya anak dua, dan menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan.

Baca entri selengkapnya »

Dimensi cinta dan alam semesta

In Catatan fisika, Fiksi, Opini on Juni 11, 2011 at 11:39 pm

Sayup-sayup terdengar lagu berikut.

“Cintaku sedalam samudera
setinggi langit di angkasa kepadamu” (Cinta mati. Agnes Monica & Ahmad Dhani)

Siapa saja yang belajar fisika sejak SMA tentu tahu bahwa jarak berdimensi panjang. Jadi, cinta berdimensi panjang? Kalau begitu, satuan SI-nya meter. Berikut lanjutannya

“Cintaku sebesar dunia
seluas jagad raya ini kepadamu”

Mulai deh tidak konsisten. Luas itu satuan SI-nya meter kuadrat. Jika ternyata alam semesta berdimensi ruang 3, mestinya satuan SI-nya meter kubik.

Baca entri selengkapnya »

“Ketika fisika tidak lagi mudah”. Sebuah cerpen.

In Fiksi, Opini on April 17, 2011 at 2:43 pm

Alex buru-buru memasukkan buku catatannya ke dalam tas ransel miliknya, lalu bergegas keluar dari ruang kuliah. Ia jadi orang pertama yang keluar ruangan, beberapa langkah di depan dosen.

Ada perasaan bahagia menghampirinya begitu menginjakkan kaki di luar kelas. Mungkin karena udara yang lebih bersih dibanding udara di dalam kelas yang dipenuhi sisa pernafasan 60-an orang.  Meskipun sebenarnya udara di luar ruangan cukup panas. Bandung makin lama makin panas, pikirnya.

Mungkin juga kebahagiaan itu datang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan seseorang yang spesial di hatinya. Yang jelas bukan karena materi kuliah yang membosankan. Malah, kuliah tadi menarik baginya. Sampai-sampai ia masih ingin kuliah berlanjut. Tapi ia segera sadar ada sesuatu yang lebih penting yang sudah dinantikannya sejak lama. Ia harus ke stasiun kereta menjemput Nadia yang akan datang berkunjung dari Jakarta. “Saya sudah di kereta. Jemput aku, di stasiun kereta itu pukul satu” isi sms dari Nadia.

Baca entri selengkapnya »

Jaman Jahiliyah

In Fiksi, Opini on April 2, 2011 at 7:13 am

Pada jaman jahiliyah di planet Makabelaetenri’isseng.

Coret-coretan dengan inkscape

Ada kerusuhan menuntut dibubarkannya suatu agama.

Baca entri selengkapnya »

Perusakan simetri secara spontan.

In Fiksi, Opini on Maret 29, 2011 at 4:29 pm

Seorang anak bertanya kepada seorang ulama: “Haramkah hukumnya kentut yang cenderung menyembur ke kanan?” Mendengar pertanyaan tersebut serentak jemaah yang lain tertawa terbahak-bahak. Selama ini di pesantren Lautan tempatnya mengajar belum pernah ada yang menanyakan hal tersebut. Selama bertahun-tahun sang kiai menimba ilmu agama belum pernah sekalipun terbersik dibenaknya untuk mempertanyakan hal tersebut.

Baca entri selengkapnya »