zainul

Archive for the ‘Opini’ Category

Tentang perjalanan waktu

In Catatan fisika, Fiksi, Opini on Februari 26, 2014 at 2:51 pm

Jika saya punya mesin waktu, bagusnya diapakan ya?

Mesin itu tidak boleh jatuh ke tangan oknum yang tidak bertanggung jawab, karena bisa saja ia gunakan untuk kembali ke masa lalu dan membunuh nenek moyangnya sendiri. Tapi ini menimbulkan paradoks. Tindakan tersebut dapat mengubah masa depan sehingga orang itu tidak pernah lahir, tidak tumbuh besar, tidak jadi gila, tidak menemukan mesin waktu dan tidak kembali ke masa lalu untuk membunuh nenek moyangnya. Artinya peristiwa pembunuhan tersebut tidak terjadi,  sehingga orang itu bisa lahir, tumbuh besar, jadi gila, menemukan mesin waktu, lalu kembali ke masa lalu dan berhasil membunuh nenek moyangnya. Nah loh. Kontradiksi ini sepertinya menunjukkan bahwa mesin waktu tidak mungkin ada.

Pada alam semesta yang deterministik, paradoks di atas tidak akan terjadi.

Baca entri selengkapnya »

Tentang “the good old Dell”, LogMeIn dan iPad

In Opini, Oprek on April 29, 2012 at 4:16 pm

Komputer Dell Inspiron  yang kini berusia 6 tahun itu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Sama seperti pemiliknya, komputer Dell tersebut sudah mulai ber”uban”. Perhatikan dua pita putih vertikal membelah layar.

Selain masalah pada monitornya, komputer tersebut sebenarnya baik-baik saja. Processor-nya Intel Core Duo 1.67 GHz,  RAM 2 GB, dengan kartu grafik ATI Radeon X1400. Munculnya “uban” sejak 5 bulan lalu itu benar-benar mengganggu. Entah ada hubungannya atau tidak, Dell tersebut juga tidak mampu lagi berbagi (dan ekstensi) monitor dengan TV lewat kabel VGA.

Baca entri selengkapnya »

BBM

In Opini on Maret 29, 2012 at 8:33 pm

Berikut ini tanggapan saya, hasil memelototi tulisannya Pak Kwik Kian Gie dan Pak Anggito Abimanyu.

Pemerintah masih surplus dari hasil migas. Tapi, surplusnya berkurang dengan naiknya harga minyak di pasar internasional. Kwik Kian Gie tidak menyinggung ini, meskipun implisit di tabel yang ia buat. Surplus pemerintah berasal dari penjualan minyak “milik” rakyat kepada rakyat dengan harga fix. Tapi, Pertamina juga perlu membeli 25,2 milyar liter (menurut tabelnya Kwik Kian Gie) dari pasar internasional, lalu menjual rugi ke rakyat dengan harga fix.

Berkurangnya surplus hasil migas inilah masalahnya. Pengeluaran pemerintah, untuk gaji pegawai negeri, korupsi pejabat dan lain lain, disusun dengan asumsi penerimaan migas sekian-sekian. Tapi, penerimaan migas ternyata lebih kecil dari harapan karena naiknya harga minyak dunia, akibatnya APBN makin defisit.

Baca entri selengkapnya »

Perbedaan

In Opini on Agustus 30, 2011 at 11:17 am

Salah seorang pengurus mesjid berusaha membaca laporan keuangan mesjid. Pencahayaan yang kurang menyulitkannya menunaikan tugasnya itu. Lampu di dekat mimbar memang dimatikan sebelum sholat isya karena laron-laron yang beterbangan. Mereka memutuskan menyalakan lampu itu kembali. Tetap saja sang pengurus mesjid kesulitan membacanya. Tampaknya tulisan tangan pada sehelai kertas digenggamannya memang sulit terbaca. Bendahara mesjid terpaksa turun tangan langsung, membaca tulisan tangannya sendiri.

Tidak seperti malam sebelumnya, tidak ada ceramah malam itu. Meskipun begitu, sholat taraweh tidak segera dilakukan. Mereka semua menunggu. Jadi atau tidaknya sholat taraweh malam itu bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Bergantung hasil sidang isbat. Mestinya sudah ada keputusan jam 9 malam WITA.

Baca entri selengkapnya »

Dimensi cinta dan alam semesta

In Catatan fisika, Fiksi, Opini on Juni 11, 2011 at 11:39 pm

Sayup-sayup terdengar lagu berikut.

“Cintaku sedalam samudera
setinggi langit di angkasa kepadamu” (Cinta mati. Agnes Monica & Ahmad Dhani)

Siapa saja yang belajar fisika sejak SMA tentu tahu bahwa jarak berdimensi panjang. Jadi, cinta berdimensi panjang? Kalau begitu, satuan SI-nya meter. Berikut lanjutannya

“Cintaku sebesar dunia
seluas jagad raya ini kepadamu”

Mulai deh tidak konsisten. Luas itu satuan SI-nya meter kuadrat. Jika ternyata alam semesta berdimensi ruang 3, mestinya satuan SI-nya meter kubik.

Baca entri selengkapnya »

Analisis gerak Trio Libels

In Catatan fisika, Catatan matematika, Opini on Mei 25, 2011 at 4:20 pm

Menurut Wikipedia Indonesia:

Boy band adalah sejenis kelompok musik pop atau R&B yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Biasanya anggota boy band selain menyanyi juga menari dalam pertunjukan mereka. Mereka biasanya dibentuk oleh seorang manajer atau produser rekaman dengan cara mengadakan audisi, di mana para peserti diuji penampilannya, kemampuan menyanyinya, dan kemampuan berdansanya. Mereka biasanya tidak memainkan alat musik sendiri.

Mestinya Trio Libels masuk ke dalam kategori boy band. Sayangnya penulis halaman Wikipedia tersebut lalai menuliskan Trio Libels di dalam daftar boy band Indonesia.

Baca entri selengkapnya »

“Ketika fisika tidak lagi mudah”. Sebuah cerpen.

In Fiksi, Opini on April 17, 2011 at 2:43 pm

Alex buru-buru memasukkan buku catatannya ke dalam tas ransel miliknya, lalu bergegas keluar dari ruang kuliah. Ia jadi orang pertama yang keluar ruangan, beberapa langkah di depan dosen.

Ada perasaan bahagia menghampirinya begitu menginjakkan kaki di luar kelas. Mungkin karena udara yang lebih bersih dibanding udara di dalam kelas yang dipenuhi sisa pernafasan 60-an orang.  Meskipun sebenarnya udara di luar ruangan cukup panas. Bandung makin lama makin panas, pikirnya.

Mungkin juga kebahagiaan itu datang karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan seseorang yang spesial di hatinya. Yang jelas bukan karena materi kuliah yang membosankan. Malah, kuliah tadi menarik baginya. Sampai-sampai ia masih ingin kuliah berlanjut. Tapi ia segera sadar ada sesuatu yang lebih penting yang sudah dinantikannya sejak lama. Ia harus ke stasiun kereta menjemput Nadia yang akan datang berkunjung dari Jakarta. “Saya sudah di kereta. Jemput aku, di stasiun kereta itu pukul satu” isi sms dari Nadia.

Baca entri selengkapnya »

Novel fisika

In Opini on April 17, 2011 at 12:32 am

Hari jumat sore di kampus kami biasanya ada seminar internal. Jumat kemarin 15 April, ada yang berbeda. Tidak hanya satu, tapi dua presentasi berturutan. Dua-duanya sangat menarik. Yang pertama presentasi dari orang Andi Publisher dan yang kedua presentasi rekan kami tentang Computational Material Design. Masing-masing selama kurang lebih satu setengah jam.

Di sini saya tidak akan membahas presentasi yang kedua. Yang pertama pun tidak akan saya bahas secara detil. Tapi ada beberapa poin penting yang saya rasa perlu dituliskan: 1) Royalti untuk penulis 10% dari harga buku. Untuk buku pelajaran sekolah hanya 5%.  2)  Buku-buku IT sudah sesak, perjudul biasa terjual 500-1000 kopi. 3) Kecuali buku ajar, buku fisika jarang laku dan siklus hidupnya pendek. Benturkan kepala ke meja lalu benturkan ke dinding, setelah itu berguling-guling di lantai. 4) Sementara itu, novel laris manis dan tak lekang oleh waktu.

Jika anda dalam proses menulis buku fisika. Jangan patah semangat. Anda mungkin perlu membumbuinya sedikit sehingga berbentuk novel dan mengganti judulnya menjadi “Ada apa dengan Einstein?”, “Schrodinger ngesot”, atau “Ketika fisika tidak lagi mudah”.

Berikut buku-buku fisika populer di luar negeri: [1], [2], [3], [4], …

Jaman Jahiliyah

In Fiksi, Opini on April 2, 2011 at 7:13 am

Pada jaman jahiliyah di planet Makabelaetenri’isseng.

Coret-coretan dengan inkscape

Ada kerusuhan menuntut dibubarkannya suatu agama.

Baca entri selengkapnya »

Perusakan simetri secara spontan.

In Fiksi, Opini on Maret 29, 2011 at 4:29 pm

Seorang anak bertanya kepada seorang ulama: “Haramkah hukumnya kentut yang cenderung menyembur ke kanan?” Mendengar pertanyaan tersebut serentak jemaah yang lain tertawa terbahak-bahak. Selama ini di pesantren Lautan tempatnya mengajar belum pernah ada yang menanyakan hal tersebut. Selama bertahun-tahun sang kiai menimba ilmu agama belum pernah sekalipun terbersik dibenaknya untuk mempertanyakan hal tersebut.

Baca entri selengkapnya »